Prediksi XAU/USD: Dovish The Fed dan Ketidakpastian Global Dorong Potensi Kenaikan Emas Hingga 68%

Pasar emas (XAU/USD) pada pekan ini menunjukkan peluang kenaikan yang lebih besar daripada penurunan, didorong oleh kombinasi data makro dan sikap dovish The Fed. Pada 8 Mei 2025, Federal Funds Rate dipertahankan di 4,50%, tanpa sinyal kenaikan lebih lanjut, sementara pernyataan FOMC menegaskan komitmen jangka panjang untuk menurunkan inflasi ke target 2%. Di satu sisi, angka Unemployment Claims AS yang turun menjadi 228 ribu dan ISM Services PMI naik ke 51,6 menunjukkan stabilitas ekonomi, namun tanpa tekanan inflasi baru—kondisi ideal bagi emas yang tidak memberikan yield. Ini memperkuat narasi bahwa suku bunga riil tetap negatif, mendorong aliran modal menuju safe haven seperti emas.


Selain kebijakan moneter AS, data energi memberi dukungan tambahan bagi XAU/USD. Inventori minyak mentah dan distilat AS menunjukkan penurunan tajam sepanjang pekan, yang dapat memicu kenaikan harga energi dan menaikkan ekspektasi inflasi di sektor energi. Bersamaan dengan itu, deflasi ringan yang tercermin dari CPI China -0,1% dan PPI -2,7% menambah ketidakpastian global, mendorong investor mencari perlindungan nilai. Sentimen ini diperkuat oleh prediksi ambisius JP Morgan dan bank-bank Swiss bahwa harga emas bisa menembus US$4.000 per troy ounce dalam 12 bulan ke depan, meningkatkan permintaan akumulatif untuk logam mulia.

Meski kondisi fundamental jangka menengah tetap bullish, ada potensi koreksi teknikal jangka pendek. Setelah reli sebelumnya, aksi profit-taking pada 8 Mei sempat menekan harga; FOMC members’ speeches bergulir hari ini berpotensi menyuntik retorika hawkish mendadak, yang dapat menguatkan dolar untuk sementara. Final Services PMI AS yang sedikit melemah ke 50,8 juga bisa memberikan pijakan bagi USD. Oleh karena itu, probabilitas penurunan XAU/USD jangka pendek saya tempatkan di sekitar 22%, terutama jika harga gagal mempertahankan level support.

Namun demikian, peluang kenaikan masih mendominasi dengan probabilitas sekitar 68%. Zona beli “buy on dip” yang ideal berada di rentang 3.245–3.260, di mana trader dapat mencari konfirmasi candle reversal pada time frame H1 sebelum memasang posisi long. Target jangka pendek berada di level 3.305–3.350, dengan stop loss ketat di bawah 3.220. Jika support ini bertahan, rebound menuju 3.390 bahkan 3.400 bisa terjadi, terutama jika data inflasi PCE atau NFP berikutnya tidak menimbulkan kejutan hawkish.

Secara keseluruhan, XAU/USD diperkirakan akan bergerak bullish dengan koreksi minor pekan depan, mengikuti dinamika dovish Fed, data energi, dan sentimen safe haven global. Dengan probabilitas naik 68%, turun 22%, dan sideways 10%, strategi “buy on dip” di area support teknikal sambil memonitor pidato pejabat Federal Reserve dan data ekonomi utama adalah pendekatan yang rasional. Trader disarankan untuk menjaga disiplin risk management dan siap menambah atau memangkas posisi sesuai perkembangan data mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar